Foto : Salah satu pelapor
Ketapang,Kalbar. – Setyakitapancasila.com Viral sebuah video beredar di grup whatsapp dan media sosial terkait dugaan aksi perkelahian dan penganiayaan yang terjadi di sebuah pencucian motor di Jalan Ketapang-Kendawangan Desa Harapan Baru Kecamatan Matan Hilir Selatan Ketapang, Minggu petang (15/2/2026).
Video yang beredar dari tersebut sontak menimbulkan beberapa persepsi warga dan publik terkait aksi dugaan kekerasan atau perkelahian yang viral itu. Dilihat dari video yang beredar dugaan perkelahian terlihat dilakukan oleh dua orang yang terlihat memegang pria berjaket warna biru.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris melalui Kapolsek Matan Hilir Selatan (MHS) AKP Jumadi Hutabarat membenarkan adanya video dugaan perkelahian dan tengah ditangani oleh pihak kepolisian.
“Benar, dugaan sementara perkelahian satu lawan satu,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Senin (16/2/2026).
AKP Jumadi mengatakan bahwa pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan dan meminta keterangan saksi-saksi dan pelapor.
“Sampai sore ini Kanit Reskrim masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan pelapor,” katanya.
Ia menuturkan bahwa atas insiden dugaan perkelahian itu, kedua belah pihak telah melakukan pelaporan resmi kepada Polsek MHS.
“Benar saling lapor. Untuk perkembangan selanjutnya akan kami informasikan lebih lanjut,” tuturnya.
Dari hasil laporan yang masuk ke Polsek MHS terdapat dua orang yang melapor untuk menempuh jalur hukum.
Berikut ini dua orang yang melakukan terlibat dugaan perkelahian antar warga tersebut.
Pria berinisial J (40) telah melakukan pelaporan dugaan tindak pidana kekerasan yang diduga dilakukan oleh pria berinisial A di area pencucian Desa Harapan Baru Kecamatan MHS. Atas insiden itu, dirinya mengalami luka pada bagian muka.
Hingga berita ini diterbitkan kasus dugaan perkelahian tersebut tengah ditangani oleh pihak Polsek MHS.
Seorang Warga Kecamatan MHS berharap pihak kepolisian dapat menyelesaikan permasalahan tersebut dengan seadil-adilnya dan sesuai aturan yang berlaku.
“Kami berharap pihak Kepolisian dapat adil dalam menyelesaikan permasalahan dugaan perkelahian itu, sehingga warga dapat hidup rukun kembali,” harapnya seorang warga yang meminta identitasnya disembunyikan.(Suryadi)
Editor: Egha
